Satu Pagi di Kesempatan Kedua

Leave a Comment
Rasanya pagi ini sangat berbeda dengan hariku yang lain. Ada banyak pertanyaan dan keyakinan yang seolah ingin runtuh.


Demam pagi ini sama sekali tidak ada bandingannya dengan rasa sakit semalam. Tangis paling sakit, kecewa paling berat, dan pengikhlasan paling dalam.

Entah, selanjutnya akan seperti apa.

Hari-hari yang telah ku bangun akan seperti apa jadinya. Apakah akan berubah? Sejauh apa?

Sampai detik ini aku belum menyampaikan satu hal padanya. Tentang keputusan itu.

Bila ku sampaikan. Akan bagaimana jadinya, aku tidak tahu.

-Tinta Putih

 

 
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar