“Ada tugas yang deadlinenya minggu ini?” tanya temannya di saat aku kesal dibebani tugas olehnya.
Satu hal yang terus ku pertanyakan, apa peran seorang pasangan?
Apakah terus berkorban satu arah demi seseorang, terlepas dari alasannya yang tidak punya “harta” dan “waktu” itu.
Salahkah jika ku bilang aku “lelah” dengan semua keadaan dan sikap mu itu? Wajarkah jika aku disebut orang yang jahat karena aku hanya “lelah”?
Rasanya percuma bila semua orang berteriak tentang kesetaraan gender, tidak ada yang seimbang di antara hubungan romansa. Kebenaran akan selalu condong kepada pihak wanita.
Sedangkan bagaimana dengan laki-laki? Tentu saja dituntut untuk selalu membuang emosi, ego, dan berjuang tanpa henti.
Tanpa seorang pun tau apa yang dialaminya.
-Tinta Putih
0 komentar:
Posting Komentar