Dia yang kau panggil “sayang” mulai lupa tentang keberadaanmu, kata-katamu, juga kebutuhanmu.
Mereka yang kau panggil “teman” dan “sahabat” mulai tak terlihat bahkan sekedar untuk menyapa.
Pekerjaan yang kau sukai berubah menjadi penindas yang tak tau berterima kasih. Tanpa peduli kondisi bahkan menelan emosi
Kini kau hanya terduduk, dengan ruang kumuh tanpa seseorang pun di sana. Sendirian, dan benar-benar sendirian.
Hari-hari baik tak selalu bertahan selamanya.
Di titik ini pandangan terhadap dunia mulai berubah. Niat yang dipenuhi ragu, langkah yang dipenuhi rasa tidak percaya.
Membawamu semakin dalam ke ruang gelap bernama kesepian.
-Tinta Putih
0 komentar:
Posting Komentar