Bagaimana rasanya hidup dengan dipenuhi perasaan yang meluap? Selama perasaan itu terjebak, rasanya terus menggumpal, perlahan yang kecil menjadi lebih besar.
Selama tak ada siapapun di sini, perasaan itu akan selalu terjebak.
Masa yang berat, pikiran yang padat tentang masa depan yang tak pasti. Dibayangi ekspetasi dan imajinasi tak berujung tanpa asuransi.
Masalah ini, kenapa tak bisa jika aku pendam sendiri? Kenapa aku perlu sekali orang lain? Karena aku mulai sadar, mereka yang tak sama. Bukan aku yang mereka ingin lihat atau dengarkan. Tapi aku tetap berharap.
Perasaanku mulai riuh, optimisme ku mulai luruh, dan duniaku mulai tak seluruh.
Mereka yang ku anggap teman juga sahabat. Apa yang sebenarnya ku inginkan?
Konsekuensi berekspetasi, berujung kecewa pada diri sendiri.
-Tinta Putih
0 komentar:
Posting Komentar